Rabu, 11 Maret 2015

Postingan Pertama : Bisnis Toilet Umum

Halo kawan, ini tulisan pertamaku di blog ini. Ya, tulisan pertama. Sejujurnya, aku nggak tahu mau berbagi apa buat kalian. Tapi, ada satu hal yang ingin  menggelitik hati dan ingin aku bagikan kepada kalian semua. Setiap hari rasanya gatel mikirin pikiran ini, "nanti lulus kuliah mau kerja sama orang? Jadi pegawai ya? Tiap hari menjalankan perintah orang lain? Yakin? Ga mau jadi pengusaha aja?"  Ya, aku mau punya usaha sendiri. 

Setiap hari banyak ide-ide yang keluar dari pikiranku. Mulai dari usaha jual gorengan sampai soal bisnis restoran. Oh ya, gak hanya di bidang kuliner sih, aku juga pernah kepikiran soal bisnis propreti, jasa toilet, advertising, dan fashion.  Banyak banget ya? Pasti kalian nanya, emang ada yang terwujud? Sedihnya saya harus jawab enggak. 

Kabar baiknya, aku sedang mempersiapkan diri matang-matang untuk benar-benar melangkah maju menjadi entrepreneur. Satu ide yang muncul waktu nahan pipis dikelas. Buat jasa toilet! Ya, Toilet. Kalian pernah gak pagi-pagi waktu di perjalanan berangkat sekolah, kuliah atau kerja, tiba-tiba sakit perut ato kebelet pipis? Atau pernah gak waktu macet dijalan tiba-tiba sakit perut? Ditambah lagi, gak ada toilet di sepanjang jalan atau kalau pun ada toilet pasti toiletnya jorok! Hayo, siapa yang betah buang air di tempat yang kotor dan bau pesing? Gak ada kan.. hahahaha...

source : http://goo.gl/tgKzJ9

Nah, berangkat dari pengalaman itu aku berpikir untuk membuat jasa toilet umum di pinggir jalan raya. Ya, toilet yang aku pikirkan akan sebersih toilet hotel. Toiletnya bersih banget, kering, hening, dan harum. Jadi buat siapapun yang dalam keadaan darurat buang air besar, bisa segera mampir ke toilet umum punyaku! Setiap toilet memiliki cleaning service yang siap membersihkan bilik toilet setelah digunakan oleh pelanggan toilet yang lain. Jadi, toiletnya akan selalu bersih dan higienis. Setiap pelanggan harus membayar sejumlah uang yang tentunya berdasarkan perhitungan bisnis dan kesesuaian dengan segmentasi konsumen. 

Berdasarkan pengelihatan dan pengetahuanku, belum ada bisnis semacam ini yang berdiri. Jadi sebenarnya terdapat peluang besar bagi bisnis ini untuk bisa bertahan dan menghasilkan keuntungan. Tapi, banyak juga tantangannya. Misalkan, harga lahan yang tentunya sangat mahal dipinggiran jalan besar yang ramai dengan kendaraan dan pasti butuh modal yang sangat besar. Oh ya, pasti repot kan kalau dalam satu jalan besar hanya ada satu toilet umum dan tiba-tiba kamu ada di sisi jalan yang lain, jadi harus putar balik dulu untuk bisa ke toilet. Jauh? Iya, apalagi kalau udah telat. Oleh karenanya, menurutku usaha ini akan berjalan dengan sangat baik kalau ada dua toilet umum di satu jalan besar dengan dua lokasi yang berbeda.

Menurut kalian, gimana ide ini harus dikembangkan? 

2 komentar:

  1. Bagus sih Bet, tapi masa kita harus do research dulu mencari di jalan mana kira-kira orang akan pipis? Terus kebiasaan orang untuk kencing sembarangan juga masih besar. Jadi terlepas dari harga lahan yang mahal, budaya pipis sembarangannya harus dikurangi dulu sepertinya, hahaha.. Soal lahan di pinggir jalan apa itu tidak termasuk ke dalam kepemilikan negara?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, setiap mau menjalankan bisnis pasti kita perlu research, supaya kita tau strength, weakness, opportunities, dan threat dari usaha kita. Dari riset juga kita bisa memperkirakan perhitungan harga jual jasa sampai berapa uang yang harus kita keluarkan untuk modalnya.

      Masalah lahan, rasanya ada lahan yang milik perorangan atau perusahaan kok walau memang banyak juga millik pemerintah misal dalam rupa surat ijo (di surabaya) yang kepemilikannya bisa dipegang oleh perseorangan. Beberapa jalan yang ramai, tapi banyak juga pemiliki perseorangannya itu di Jl. Mayjend Sungkono Surabaya yang areanya dekat dengan Jl. Adityawarman. Tapi harga lahan disitu pasti mahal banget.. hahahha

      Terimakasih sudah memberi komentar!

      Hapus

Translate