Kamis, 12 Maret 2015

Suka Street Food? Yuk, Menghayal Dulu

Ada yang suka njajan? Kalau iya, pasti sebagian besar dari kalian suka street food. Aku suka banget, tapi sayang menurutku Surabaya belum punya ikon pusat street food yang benar-benar merepresentasikan kota Surabaya. Mungkin akan menyenangkan kalau di Surabaya ada sebuah pusat njajan unik yang menjual berbagai jenis jajanan yang membuat perut tidak pernah kenyang.

Yuk mari mengandai-andai, andaikan Surabaya punya pusat street food yang namanya Njajan Rek. Dalam khayalanku, pusat jajanan ini akan menjual beragai macam jajanan. Mulai dari makanan tradisional nusantara, jajanan lidah internasional, sampe inovasi jajanan yang sebenarnya sekarang sudah sangat menjamur tapi gak punya tempat. Ya, isinya cuma tempat jajanan. Di situ kita bisa duduk, nongkrong sama teman-teman atau keluarga. Gak ngomongin pacaran ah, kasian yang jones. Tempatnya cozy, bersih, kalau hujan gak kehujanan, tapi kalau lagi cerah angin sepoi-sepoi. Oh ya, tapi yang paling penting harganya gak buat gelisah di tanggal 20an.

Mungkin kalian nanya, "mungkin ya ada tempat ginian di Surabaya?"  Menurutku mungkin aja sih. Liat aja tuh Kya-Kya di Kembang Jepun Surabaya, yang dulu pernah jaya, walau sekarang hanya sisa keramaian foto-fotonya di internet. Sebenarnya dari sisi bisnis bisa saja menguntungkan loh. Gak usah deh pemikiran yang ribet buat beli lahan luas dipinggiran kota dan membangun pusat kuliner ini. Hanya butuh nekat gilak, berani, dan ketelitian.

Source : http://goo.gl/y7RVxb

Ideku cuma satu sih. Merubah kampung yang kurang produktif jadi lokasi Njajan Rek! Aku percaya banyak yang bilang, gak realistis ah. Well, emang kelihatannya gak realistis karena saat ini karena belum ada perhitungan tepatnya. Eh tapi inget deh, sebelum Neil Amstrong bisa injek bulan, gak ada kok yang percaya kalo manusia bisa pergi kebulan. Tapi semua itu bisa, kalau ada kegilaan dan perhitungan yang matang serta tepat.


Gambaran Njajan Rek yang ada dalam pikiranku akan menjadi pusat kuliner di sepanjang pemukiman masyarakat yang bersih, nyaman, teratur, dan bakalan banyak makanan yang luar biasa enak tapi terjangkau. Setiap meter jalan di depan rumah-rumah warga akan menjadi meja-meja seperti yang kalian di food court. Jadi kalian gak akan lihat mobil atau motor yang lalu lalang waktu kalian makan dan ngobrol. Oh ya, layaknya di food court modern, nanti ada jasa cleaning service yang akan sangat cekatan membersihkan setiap meja, kursi, dan area sekitar, sehingga lokasi akan selalu bersih dan nyaman. Pengelola juga akan memasang atap canggih yang bisa menutup sendiri saat hujan, namun tetap sejuk walau tertutup dan gak becek. Makanan yang tersedia pun akan diseleksi oleh pihak pengelola dengan sangat ketat, jadi tidak sembarangan pedagang dan jenis makanan bisa masuk. Rumah-rumah warganya sendiri bisa menjadi tempat tinggal warga, sekaligus menjadi dapur-dapur Njajan Rek. Bukanya dari sore sampai larut malam, jadi buat semua orang Surabaya dan turis yang pengen nongkrong, ngumpul keluarga dan ya bolehlah pacaran, Njajan Rek bakalan jadi tempat tujuannya.

Source : http://goo.gl/hcOzeI
Sebelum memilih tempat, haruslah ada perusahaan yang siap menjadi pengelola Njajan Rek. Ya katakanlah perusahaan ini nantinya bertindak sebagai pengelola utama, seperti pengelola tenant di mall, pengontrol kualitas pelayanan, hingga menjadi pihak yang aktif mempromosikan Njajan Rek. Selanjutnya, perusahaan itu bakalan melakukan research untuk menentukan lokasi yang tepat. Jadinya nanti ada kampung yang bakal dirubah. Syaratnya, lokasi kampung harus strategis, ada lapangannya, ada lahan parkir memadai, dan aksesnya mudah dilewati mobil dari dua arah. Nah, setelah tempat yang sesuai ditemukan, waktunya mengajak warga setempat untuk bekerja sama. Mereka bisa menyewakan rumahnya, menjualnya kepada perusahaan tersebut, atau mereka bisa jadi salah satu pedagang disana. Tapi tentu harus melewati proses seleksi yang ketat untuk bisa berjualan disana. Sebenarnya ada beberapa alasan yang menguntungkan bagi warga yang terlintas dipikiranku. Pertama, sambil mereka tinggal dirumah, mereka dapat income dari hasil sewa. Kedua, harga properti mereka pasti naik. Ketiga, warga bisa banget cari nafkah di depan rumahnya sendiri. Ya, kurang lebih warga diuntungkan kok, walau konsekuensinya mereka gak bisa lagi prakir mobil dan motor mereka seenaknya di depan rumah mereka.

Masalah persaingan mungkin akan menjadi tantangan. Ya, seperti yang kita tahu banyak pusat-pusat life style di Surabaya. Bahkan, pusat jajanan yang dapat aku katakan cukup besar pun ada. Kemudian, masalah mau atau tidaknya warga bekerja sama. Ancaman terbesarnya adalah ijin dari pemerintah, ya kalau pemerintah kota mau mendukung ide semacam ini dan membangunnya sebagai ikon kota Surabaya, tidaklah tidak mungkin kuliner Surabaya akan menjadi terkenal ke seantero Nusantara, bahkan dunia.

Gila gak? hahahahah.. namanya juga menghayal... 



Rabu, 11 Maret 2015

Postingan Pertama : Bisnis Toilet Umum

Halo kawan, ini tulisan pertamaku di blog ini. Ya, tulisan pertama. Sejujurnya, aku nggak tahu mau berbagi apa buat kalian. Tapi, ada satu hal yang ingin  menggelitik hati dan ingin aku bagikan kepada kalian semua. Setiap hari rasanya gatel mikirin pikiran ini, "nanti lulus kuliah mau kerja sama orang? Jadi pegawai ya? Tiap hari menjalankan perintah orang lain? Yakin? Ga mau jadi pengusaha aja?"  Ya, aku mau punya usaha sendiri. 

Setiap hari banyak ide-ide yang keluar dari pikiranku. Mulai dari usaha jual gorengan sampai soal bisnis restoran. Oh ya, gak hanya di bidang kuliner sih, aku juga pernah kepikiran soal bisnis propreti, jasa toilet, advertising, dan fashion.  Banyak banget ya? Pasti kalian nanya, emang ada yang terwujud? Sedihnya saya harus jawab enggak. 

Kabar baiknya, aku sedang mempersiapkan diri matang-matang untuk benar-benar melangkah maju menjadi entrepreneur. Satu ide yang muncul waktu nahan pipis dikelas. Buat jasa toilet! Ya, Toilet. Kalian pernah gak pagi-pagi waktu di perjalanan berangkat sekolah, kuliah atau kerja, tiba-tiba sakit perut ato kebelet pipis? Atau pernah gak waktu macet dijalan tiba-tiba sakit perut? Ditambah lagi, gak ada toilet di sepanjang jalan atau kalau pun ada toilet pasti toiletnya jorok! Hayo, siapa yang betah buang air di tempat yang kotor dan bau pesing? Gak ada kan.. hahahaha...

source : http://goo.gl/tgKzJ9

Nah, berangkat dari pengalaman itu aku berpikir untuk membuat jasa toilet umum di pinggir jalan raya. Ya, toilet yang aku pikirkan akan sebersih toilet hotel. Toiletnya bersih banget, kering, hening, dan harum. Jadi buat siapapun yang dalam keadaan darurat buang air besar, bisa segera mampir ke toilet umum punyaku! Setiap toilet memiliki cleaning service yang siap membersihkan bilik toilet setelah digunakan oleh pelanggan toilet yang lain. Jadi, toiletnya akan selalu bersih dan higienis. Setiap pelanggan harus membayar sejumlah uang yang tentunya berdasarkan perhitungan bisnis dan kesesuaian dengan segmentasi konsumen. 

Berdasarkan pengelihatan dan pengetahuanku, belum ada bisnis semacam ini yang berdiri. Jadi sebenarnya terdapat peluang besar bagi bisnis ini untuk bisa bertahan dan menghasilkan keuntungan. Tapi, banyak juga tantangannya. Misalkan, harga lahan yang tentunya sangat mahal dipinggiran jalan besar yang ramai dengan kendaraan dan pasti butuh modal yang sangat besar. Oh ya, pasti repot kan kalau dalam satu jalan besar hanya ada satu toilet umum dan tiba-tiba kamu ada di sisi jalan yang lain, jadi harus putar balik dulu untuk bisa ke toilet. Jauh? Iya, apalagi kalau udah telat. Oleh karenanya, menurutku usaha ini akan berjalan dengan sangat baik kalau ada dua toilet umum di satu jalan besar dengan dua lokasi yang berbeda.

Menurut kalian, gimana ide ini harus dikembangkan? 

Translate