Ada yang suka njajan? Kalau iya, pasti sebagian besar dari kalian suka street food. Aku suka banget, tapi sayang menurutku Surabaya belum punya ikon pusat street food yang benar-benar merepresentasikan kota Surabaya. Mungkin akan menyenangkan kalau di Surabaya ada sebuah pusat njajan unik yang menjual berbagai jenis jajanan yang membuat perut tidak pernah kenyang.
Yuk mari mengandai-andai, andaikan Surabaya punya pusat street food yang namanya Njajan Rek. Dalam khayalanku, pusat jajanan ini akan menjual beragai macam jajanan. Mulai dari makanan tradisional nusantara, jajanan lidah internasional, sampe inovasi jajanan yang sebenarnya sekarang sudah sangat menjamur tapi gak punya tempat. Ya, isinya cuma tempat jajanan. Di situ kita bisa duduk, nongkrong sama teman-teman atau keluarga. Gak ngomongin pacaran ah, kasian yang jones. Tempatnya cozy, bersih, kalau hujan gak kehujanan, tapi kalau lagi cerah angin sepoi-sepoi. Oh ya, tapi yang paling penting harganya gak buat gelisah di tanggal 20an.
Mungkin kalian nanya, "mungkin ya ada tempat ginian di Surabaya?" Menurutku mungkin aja sih. Liat aja tuh Kya-Kya di Kembang Jepun Surabaya, yang dulu pernah jaya, walau sekarang hanya sisa keramaian foto-fotonya di internet. Sebenarnya dari sisi bisnis bisa saja menguntungkan loh. Gak usah deh pemikiran yang ribet buat beli lahan luas dipinggiran kota dan membangun pusat kuliner ini. Hanya butuh nekat gilak, berani, dan ketelitian.
![]() |
| Source : http://goo.gl/y7RVxb |
Ideku cuma satu sih. Merubah kampung yang kurang produktif jadi lokasi Njajan Rek! Aku percaya banyak yang bilang, gak realistis ah. Well, emang kelihatannya gak realistis karena saat ini karena belum ada perhitungan tepatnya. Eh tapi inget deh, sebelum Neil Amstrong bisa injek bulan, gak ada kok yang percaya kalo manusia bisa pergi kebulan. Tapi semua itu bisa, kalau ada kegilaan dan perhitungan yang matang serta tepat.
Gambaran Njajan Rek yang ada dalam pikiranku akan menjadi pusat kuliner di sepanjang pemukiman masyarakat yang bersih, nyaman, teratur, dan bakalan banyak makanan yang luar biasa enak tapi terjangkau. Setiap meter jalan di depan rumah-rumah warga akan menjadi meja-meja seperti yang kalian di food court. Jadi kalian gak akan lihat mobil atau motor yang lalu lalang waktu kalian makan dan ngobrol. Oh ya, layaknya di food court modern, nanti ada jasa cleaning service yang akan sangat cekatan membersihkan setiap meja, kursi, dan area sekitar, sehingga lokasi akan selalu bersih dan nyaman. Pengelola juga akan memasang atap canggih yang bisa menutup sendiri saat hujan, namun tetap sejuk walau tertutup dan gak becek. Makanan yang tersedia pun akan diseleksi oleh pihak pengelola dengan sangat ketat, jadi tidak sembarangan pedagang dan jenis makanan bisa masuk. Rumah-rumah warganya sendiri bisa menjadi tempat tinggal warga, sekaligus menjadi dapur-dapur Njajan Rek. Bukanya dari sore sampai larut malam, jadi buat semua orang Surabaya dan turis yang pengen nongkrong, ngumpul keluarga dan ya bolehlah pacaran, Njajan Rek bakalan jadi tempat tujuannya.
| Source : http://goo.gl/hcOzeI |
Sebelum memilih tempat, haruslah ada perusahaan yang siap menjadi pengelola Njajan Rek. Ya katakanlah perusahaan ini nantinya bertindak sebagai pengelola utama, seperti pengelola tenant di mall, pengontrol kualitas pelayanan, hingga menjadi pihak yang aktif mempromosikan Njajan Rek. Selanjutnya, perusahaan itu bakalan melakukan research untuk menentukan lokasi yang tepat. Jadinya nanti ada kampung yang bakal dirubah. Syaratnya, lokasi kampung harus strategis, ada lapangannya, ada lahan parkir memadai, dan aksesnya mudah dilewati mobil dari dua arah. Nah, setelah tempat yang sesuai ditemukan, waktunya mengajak warga setempat untuk bekerja sama. Mereka bisa menyewakan rumahnya, menjualnya kepada perusahaan tersebut, atau mereka bisa jadi salah satu pedagang disana. Tapi tentu harus melewati proses seleksi yang ketat untuk bisa berjualan disana. Sebenarnya ada beberapa alasan yang menguntungkan bagi warga yang terlintas dipikiranku. Pertama, sambil mereka tinggal dirumah, mereka dapat income dari hasil sewa. Kedua, harga properti mereka pasti naik. Ketiga, warga bisa banget cari nafkah di depan rumahnya sendiri. Ya, kurang lebih warga diuntungkan kok, walau konsekuensinya mereka gak bisa lagi prakir mobil dan motor mereka seenaknya di depan rumah mereka.
Masalah persaingan mungkin akan menjadi tantangan. Ya, seperti yang kita tahu banyak pusat-pusat life style di Surabaya. Bahkan, pusat jajanan yang dapat aku katakan cukup besar pun ada. Kemudian, masalah mau atau tidaknya warga bekerja sama. Ancaman terbesarnya adalah ijin dari pemerintah, ya kalau pemerintah kota mau mendukung ide semacam ini dan membangunnya sebagai ikon kota Surabaya, tidaklah tidak mungkin kuliner Surabaya akan menjadi terkenal ke seantero Nusantara, bahkan dunia.
Gila gak? hahahahah.. namanya juga menghayal...
